Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, Desember 08, 2010

Lensa dan Cahaya

Ketika dunia makin modern, teknologi berhamburan, tak jarang banyak dari manusia yang menemukan suatu kegiatan, kegiatan yang agaknya menurut saya hanya bisa dijelaskan oleh perasaan orang itu sendiri. Sebuah tindakan yang terlihat sepele tapi membuahkan makna yang sungguh mendalam bila ditafsir jauh ke dalam perasaan, sense, dan feeling. Sebuah pengabadian yang memerlukan sentuhan yang manis agar hasil yang terpampang menadi artistik dan menarik perhatian masyarakat luas. Saya sebenarnya baru akhir-akhir ini menyadari adanya atau eksisnya bakat ini dalam diri saya. Selama bertahun-tahun, hasil karya saya dipuji oleh orang-orang dalam lingkup keluarga saya. Saya masih lugu, dan hanya berprasangka: “ah, biasa saja, nothing’s special.” Ya, ‘nothing’s special’ itu kini menaungi diri saya. Saya mulai ‘terjerumus’ dalam hal-hal ini. Lensa, gambar, kreasi, dan artistik. Memang banyak kriteria dalam hobi saya ini, namun saya lebih memilih bebas agar apa yang ada di otak saya bisa saya karyakan tanpa terikat oleh batas-batas tertentu. Ya fotografi, sejak dulu saya tidak sadar dengan kapabilitas saya di bidang ini. Dulu saya belum mempunyai pengetahuan yang cukup luas tentang cara menggunakan kamera. Namu orang tua sayan jelas menyadari adanya suatu sentuhan artistik yang saya gunakan dalam mengambil gambar dalam setiap kesempatan di event-event keluarga. Pada kesempatan yang saya curahkan di artikel ini saya ingin berbagi ilmu dengan pra pembaca tentang apa yang dimaksud dengan fotografi, dan mungkin sekaligus membuktikan bahwa kami, fotografer, tidak hanya ‘bergaul’ dengan lensa-lensa kami.

Fotografi juga mengajarkan pada kita untuk melihat lebih dalam, menggali makna dan memahaminya sehingga menumbuhkan rasa cinta yang dapat menginspirasi untuk melangkah lebih jauh, melompat lebih tinggi, berlari lebih kencang, berbuat lebih banyak dan melahirkan energi positif yang mampu mejadi katalis perubahan ke arah yang lebih baik untuk semua. Fotografi memang merupakan sebuah jendela yang membuka cakrawala baru bagi kita, untuk menemukan kembali dunia yang ada di sekitar kita, untuk melihat dan menikmati segala keajaiban yang bisa membawa begitu banyak kegembiraan dan kebahagiaan pada hidup kita.

Fotografi diambil dari kata dalam Bahasa Inggris, yaitu photography, yang juga merupakan kata serapan dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis. Jadi fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya atau yang biasa kami pakai yaitu adalah kamera. Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut dengan lensa). Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Kecepatan film adalah istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan (Inggris: exposure) yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan exposure yang singkat. Exposure atau pajanan adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto. Untuk membantu fotografer mendapat setting paling tepat untuk pajanan, digunakan lightmeter. Lightmeter, yang biasanya sudah ada di dalam kamera, akan mengukur intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Sehingga didapat pajanan normal.

Diafragma (dalam Bahasa Inggris: diaphragm) adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang (disebut tingkap) (dalam Bahasa Inggris: aperture) dimana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit persis pupil di matamanusia. Karena fungsinya untuk menghentikan cahaya yang akan masuk ke bidang fokal, diafragma juga disebut sebagai stop, blind, field stop dan flare stop, dan untuk itu, diafragma selalu diletakkan pada jalan masuk antara subyek, lensa dan bidang fokal. Titik tengah tingkap pada diafragma merupakan sumbu optis dari sebuah lensa. Pengaruh beda jumlah lembaran logam dan bentuk lubang diafragma (tingkap) bisa dilihat saat penggunaan teknik pajanan, yaitu sumber cahaya akan mengembang menjadi bentuk bintang. Banyak lensa dan kamera mempunyai sistem diafragma mekanik yang diatur dengan sebuah pengungkit. Pengungkit ini bisa dioperasikan secara manual oleh fotografer dengan memutar semacam cincin di tabung lensa atau lewat badan kamera yang secara fisik memutar pengungkit. Lensa-lensa yang lain, terutama lensa EF untuk kamera Canon EOS memiliki diafragma elektro-mekanik yang dioperasikan lewat motor atau penggerak listrik kecil.

Kecepatan rana atau Shutter Speed adalah ukuran kecepatan rana membakar medium penangkap cahaya (lebih umum disebut filmatau sensor digital). Umumnya Kecepatan rana terdiri dari urutan angka 8000, 4000, 2000, 1000, 500, 250, 125, 60, 30, 15, 8, 4, 2, dan 1. Angka ini merupakan angka kebalikan dari lama pajanan dalam detik. Misalnya angka 30 berarti 1/30 detik, dan seterusnya.

Untuk kecepatan rana lebih lama dari 1 detik menggunakan tanda ". Sementara kecepatan rana bebas sesuai dengan pemencetan tombol rana olehfotografer diberi tanda B(Bulb).

Namun angka tersebut tidaklah mutlak. Banyak produsen kamera menggunakan kecepatan rana yang hanya mendekati angka tersebut. Kecepatan rana mempengaruhi eksposur cahaya yang membakar film. Semakin cepat pembukaan rana, semakin sedikit cahaya membakar medium, dan sebaliknya. Hal ini akan mempengaruhipajanan.

Pada zaman kamera masih memakai film dan belum menggunakan rangkaian pembantu elektronik, untuk bisa memotret dengan baik, diperlukan pemahaman teori fotografi yang matang. Secara umum, teori fotografi ini melingkupi cara kerja rana dan diafragma pada kamera, pemahaman akan panjang fokal lensa, pemahaman akan kepekaan rekam film serta pemahaman akan komposisi.

Pada era digital, sebagian besar teori fotografi sudah diambil alih “komputer” pada kamera. Namun, pada era digital pula makin banyak kesalahan baru yang timbul. Kesalahan-kesalahan baru ini timbul karena realitas elektronik dan digital yang juga barang baru di muka bumi ini. Perusahaan Panasonic telah melakukan survei atas kesalahan-kesalahan pemula yang hasilnya sebagai berikut:

Kesalahan tertinggi pada pemakai kamera digital, yaitu sampai 35,2 persen, adalah baterai habis. Kamera digital memang hanya bekerja kalau ada baterai di dalamnya. Maka, kamera digital yang laris umumnya punya baterai yang awet, minimal bisa untuk 500 kali pemotretan. Kesalahan pemula yang menduduki peringkat kedua adalah gambar kabur akibat kamera bergoyang saat digunakan, yaitu mencapai 29,3 persen. Goncangan kamera alias camera shake memang kesalahan pemakai. Namun, kamera yang baik akan meminimalkan hal ini dengan bentuknya yang ergonomis dan kecepatan rana yang lebih tinggi. Gambar kabur akibat goyangan subyek yang difoto juga mendominasi hasil survei, yaitu dengan 22,7 persen. Kesalahan ini adalah akibat pemakai salah memperkirakan kecepatan rananya. Untuk dua kesalahan tersebut, perusahaan Panasonic telah mengatasinya dengan fasilitas ISO otomatis dalam kamera-kamera terbaru mereka. Dengan fasilitas ini, sebuah kamera akan menaikkan setelan ISO kalau mendeteksi kemungkinan adanya goyangan. Dengan naiknya ISO, otomatis kecepatan rana ikut naik. “Time lag”.

Kesalahan pemula yang persentasenya menduduki nomor tiga adalah terlambatnya memotret adegan akibat kelambatan sang kamera bereaksi. Hal ini lazim disebut time lag, yaitu jeda antara saat rana ditekan dan saat kamera bereaksi. Mungkin time lag adalah masa lalu karena saat ini kamera yang beredar umumnya sudah punya reaksi cepat. Kesalahan yang juga cukup tinggi terjadinya, dengan persentase 16,8 persen, adalah salah fokus. Kesalahan ini umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang nun jauh di sana. Oleh Panasonic, kesalahan ini dieliminasi lewat kemampuan kamera mencari fokus ke wajah manusia terdekat alias fasilitas face detection. Kesalahan-kesalahan lain hasil survei adalah foto terlalu gelap (19,3 persen), memori penuh (16,5 persen), foto terlalu terang (12,2 persen), salah white balance (6,8 persen), salah penyetelan piksel (10 persen), salah kecepatan rana (5,4 persen), dan salah ISO (3,7 persen).

Di masa mendatang, kalau semua kesalahan sudah bisa diatasi, mungkin siapa pun bisa menghasilkan foto yang bagus secara teknik. Namun, kembali ke realita bahwa foto bukanlah matematika, foto bagus atau foto buruk secara isi akan terjadi karena faktor ini tidak bisa digantikan komputer seperti apa pun. Fotografi memang sudah menjadi realita kehidupan modern, bukan lagi hobi atau profesi semata.

Dunia fotografi sekarang ini benar-benar mengalami perubahan yang drastis. Masa-masa mengisi gulungan plastik yang dicampur dengan bahan-bahan kimia di belakang sebuah kamera tampaknya akan berakhir. Kebosanan menunggu film diproses di lab pun akan berakhir. Era kamera digital sekarang ini sudah menyeliputi siapa saja, dan semua orang akan mencoba pengalaman baru dan memanfaatkan kemajuan yang dicapai dalam teknologi kamera ini. Memang, di sisi lain kita masih melihat kalau kamera digital sekarang ini masih menyimpan kemiripan dengan kamera yang selama ini kita kenal. Bentuk kotak yang terbungkus plastik atau kerangka besi ringan masih tetap melekat dengan lensa yang mengatur ketajaman fokus maupun aperture dan shutter yang mengatur berapa banyak cahaya yang bisa masuk ke dalam kamera. Perbedaannya hanya tidak adanya rol film yang selama ini kita kenal.

Pengalaman menggunakan kamera digital dan konvensional memang memberikan beberapa nuansa yang sama sekali baru. Setidaknya, hasil foto-foto yang diambil bisa langsung dilihat hasilnya seketika. Hasil seketika ini memang memberikan dimensi lain, antara lain siapa saja dan di mana saja seseorang berada bisa berbagi foto hasil jepretannya dalam seketika. Hal lain yang juga dicermati adalah proses belajar fotografi pun menjadi semakin cepat dan bisa disimak oleh siapa saja yang berminat tanpa khawatir akan membuang uang karena harus membeli beberapa rol film.

Pilihan kamera digital di pasaran sekarang ini pun beragam macam. Jasa fotografi yang biasanya dilakukan oleh perantara sebuah lab foto, sekarang mulai diambil alih oleh situ-situ Web di jaringan Internet. Teknologi kamera digital yang dimulai dengan gambar-gambar beresolusi rendah, sekarang sudah jauh berkembang dibanding lima tahun lalu dan tetap mampu mempertahankan semboyan "lebih indah dari aslinya". Akan tetapi, di sisi lain, pun sampai pada sebuah taraf kebingungan ketika memilih kamera mana yang memberikan hasil terbaik, karena selain teknologi yang dikandung kamera digital sekarang ini semakin mendekati satu sama lain, harga yang ditawarkan pun beragam. Apalagi, berbagai aksesori kamera, seperti tambahan lensa sudut lebar maupun lensa tele, serta pilihan pencahayaan menggunakan lampu flash juga beragam.

Sekilas, persaingan piksel dalam kamera digital menjadi ajang persaingan yang setara seperti halnya persaingan kecepatan prosesor komputer PC yang setiap kali selalu diperbarui dalam kurun waktu tertentu menambah gigahertz yang sudah ada di pasaran. Oleh karena itu, kita jangan sampai terkecoh dengan jumlah megapiksel yang digembar-gemborkan penjual kamera digital, karena benar bahwa ada kamera yang mempunyai jumlah megapiksel yang lebih banyak tapi tidak serta-merta kamera ini menjadi yang terbaik.

Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto yang ditampung dalam chip CCD (Charge Coupled Device) yang mengatur sensitivitas pencahayaan, semakin banyak gangguan-gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik sekarang ini yang menurut pengamatan memang akan didominasi oleh banyak perusahaan seperti Canon, Nikon, Fuji, Sony, dan lainnya.

Fotografi adalah seni melihat. Karena fotografi mengajarkan pada kita cara yang unik dalam melihat dunia dan sekaligus memberikan penyadaran baru akan segala keindahan yang ada di sekitar kita - dalam kehidupan sehari - hari manusia, pada secercah senyum tulus anak desa, pada wajah - wajah yang bersimbah keringat di sawah atau ladang, dalam keagungan alam semesta, pada sekuntum kembang rumput di tepi lubuk atau pada kerapuhan lingkungan hidup di bumi di mana kita semua menjadi bagian yang tak terpisahkan. Suatu perpaduan yang indah dan hanya dapat disadari oleh seseorang yang peka, peka terhadap kombinasi tersebut. Butuh suatu perasaan yang kuat untuk bisa memadukan hal-hal indah tersebut. Tidak sekedar sembarang ide bisa membuahkan suatu keabadian yang patut dan layak dikenang. Terkadang apa yang menjadi ide dasar kita dalam mengabadikan sesuatu tidak sesuai dengan yang sudah kita rencanakan. Ditambah lagi dengan harus adanya chemistry atau yang disebut juga sebagai kecocokan si fotografer dengan kameranya. Hal ini mendukung si fotografer untuk bersikap tanggap dengan lingkungan yang juga didukung oleh kepandaian dan kemahirannya dalam menggunakan kameranya. Dengan adanya kecocokan tersebut, kesalahan-kesalahan yang penulis sebutkan di atas bisa diminimalisir oleh sang fotografer atau bahkan tidak ada.

Fotgrafi memang terlihat agak sepele. Sesepele menekan tombol ke arah objek yang kita kehendaki. Mudah saja, semudah membangkitkan keinginan untuk melakukan dan merekam sesuatu. Namun, bila terjun di dalamnya, ada banyak poin yang bisa dijadikan titik acuan dalam mengabadikan momen, dan ada banyak cara pula dalam pengabadian tersebut sesuai dengan yang penulis sebutkan di atas. Kekreativitasan kita pun sangat berperan tinggi dalam hal ini. Untuk itu tetaplah terus mencoba, anda akan menemukan suatu agama baru, nabi baru yang kita agung-agungkan. Di klub fotografi dimana saya bergabung sering terdengar petisi semacam ini: “Merk kamera bukan agama, kreativitas yang utama.” Tidaklah penting apapun kamera anda, Canon, Nikon, Sony, ataupun yang lain-lain. Yang terutama adalah kreativitas. Salam fotografer!

Daftar Pustaka

a. Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi

b. Photo Copies, http://apphoto.8m.com/note04.htm

c. Fotografi Adalah Seni Melihat, http://www.facebook.com/note.php?note_id=294190606152

d. Fotografi Adalah Seni Melihat, http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Foto-Multimedia/?kid=24847

e. Fotografi Adalah? , Deviant Art, http://terlalurisky.deviantart.com/journal/26932120/

Jumat, Desember 03, 2010

Game Baru (Baru Dimainin)

Gua baru dapet Laptop baru dari bokap berhubung gua udah mulai aktif di dunia perkuliahan. Nah masalahnya satu, gua minta yang Hi-Spec coz gua juga hobi fotografi, maksudnya laptop baru hi-spec yang kapabel kalo nanti gua edit-edit karya foto gua. Nah, bokap gua agak ga ngerti nih. Dia ngnggep Hi-Spec itu memory tinggi, Harddisk gede plus prosesor kenceng. Nah sedangkan foto itu hubungannya sama grafis, alhasil dia beli yg VGA-nya on-board. Gua ngelus dada.
Nevermind, bisa gua upgrade pake duit gua (entah mau berapa tahun lagi kekumpul duitnya). Sebenernya VGA gede mau gua pake buat gaming, berhubung gua juga lumayan aktif di PointBlank dan DoTA. Ga cuma itu, gua juga suka maen game-game offline yang RPG gitu, membangun karakter kita sendiri dan menjadi hebat dengan kekuatan kita sendiri, jalan dan alur cerita kita yang nentuin, bukan merupakan cerita yang dibangun sama pembuat gamenya. Jadi gua suka game yang dibuat dengan multiple choices in finishing, despite their high system-requirements.
Laptop gua punya 'kemampuan' core 2 duo processor, 2 gigabyte RAM, and 120 GB Harddisk. VGA? On-board (-_-")
Okelah, gua bakal cari yang kecil-kecilan aja. Gua kan salah satu mahasiswa Jakarta yang menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi Katolik di Yogyakarta, pas Merapi 'punya gawe' gua disuruh balik sama BoNyok. Oke via Taksaka seat 1b gerbong 7, kirain dibelakang, ga taunya bener dibelakang, dibelakang lokomotif maksudnya, berisik banget (-_-"). Berangkat jam 10 pagi, nyampe Gambir jam 6 petang, by taxi ke daerah Kebon Jeruk, dijemput Bokap yang pulang kerja lalu off to daerah Bitung, Citra Raya tepatnya. My Lovely Hometown (udah dibangun Giant and KFC loh. Pizza Hut sama Solaria masih tahap building. Hehehehe). Nah gua ketemu temen-temen masa kecil gua, berasa nostalgia (Padahal gua mahasiswa semester satu yang baru ninggalin Citra Raya 3 bulan). Temen gua nawarin satu game. Namanya "Mount & Blade: Warband". Recommended deh. Grafisnya sederhana, tapi detil permainan ga kalah sama game-game TOP lainnya yang dibikin Ubi Soft dan produser-produser game lainnya.
Gue mulai keranjingan sama ini game. Cerita awalnya sih kita bisa tentuin sendiri mau jadi apa, bokap kita seorang apa, masa muda kita gimana, beranjak dewasa kita jadi apa, dan alasan apa kita berpetualang. Game ini backgroundnya ada di jaman Medieval tahun 1200an. Cerita awal yang kita pilih nentuin starting ability kita. Kita ada di tanah yang namanya "Caldria". Terdiri dari enam kerajaan. Kingdom of Nords yang punya background bangsa Viking, Kingdom of Swadia yang punya background bangsa Eropa Barat, Kingdom of Vaegirs yang punya background bangsa Eropa Timur, Kingdom of Rhodoks yang punya background Prajurit Pegunungan, Khaergit Khanate yang punya background bangsa China, dan Sarranid Sultanate yang punya background Kesultanan Muslim di tanah Arab dan sekitarnya.
Kita bebas milih mau ikut kerajaan mana tergantung hubungan yang kita jalin ke kerajaan-kerajaan tersebut tersebut. Semua pilihan di tangan kita. Dari orang biasa bisa jadi "nobleman" yang bisa galang tentara sampai ratusan orang. Gameplay-nya juga asik. Waktu di general map, kita dipersonifikasikan dengan satu unit cavalry (pasukan berkuda) bila karakter kita pakai kuda, atau satu pejalan kaki bila karakter kita gak kita kasih kuda. Di bawah kaki personifikasi kita ada angka yang nunjukin jumlah pasukan kita. Pasukan kita rekrut dari desa-desa. Prajurit berbeda-beda upgrade tech-tree nya tergantung dari kerajaan mana desa mereka berasal. Kalau ketemu musuh langsung masuk ke battleground, dimana kita hanya bisa mengontrol karakter kita. Pasukan kita selebihnya bergerak sesuai keinginan dia dan tergantung order or instruction apa yang kita teriakkan ke mereka. Seru abis deh. Ada effect bloodstain yang memperkuat kesan hard-battle, dan realistiknya, bolt crossbow dan arrow dari busur kita terbatas! Berkisar angka 29 sampai 34 buah. Be wise on releasing your arrows or bolts. Skill juga ngebantu kita buat meminimalisir jumlah anak panah yang meleset. But don't worry, sembarang anak panah atau bolts yang berserakan di battleground bisa kita pungut kok. But, watch out! Make sure the situation is under control when you are picking up the arrows or bolts on the ground. Coz, lu bisa jadi sasaran empuk para musuh. Kita juga bisa nyerang kastil atau kota-kota besar kerajaan lain kalo kerajaan kita yang kita ikutin lagi declare war sama kerajaan lain tersebut.
Gua ikut Kingdom of Nords. Menurut gua pasukannya imba, walaupun ga ada unit yang bisa pake kuda. Tapi sumpah, Viking abis. Satu unit melee Kingdom of Nords, namanya Huscarl, bisa nge-kill 4-5 orang. Di game ini sungguh realistik. Karakter lu ga akan mungkin selamat kalo dikeroyok 3 orang ato lebih. Coz karakter lo ga bakal tahan sampe 3-4 pukulan kecuali armor lu imba. Huscarl armornya imba, senjatanya juga sih. Karakter kita punya renown. Renown measures how famous we are. Makin famous makin bisa naklukin hati cewek. Di game ini bisa juga jalin hubungan 'normal' dengan wanita, spesifiknya anak raja ato anak nobleman. Di Jaman itu biasanya cara ngambil hatinya via turnament. Kok bisa? Di kota-kota besar sering diadakan turnamen. Kalo kita bisa menangin, kita bisa dedikasiin kemenangannya ke cewek-cewek nobleman. Gitu caranya.
Kalo kita udah kuat, bukan tidak mungkin kita bangun kerajaan sendiri. Tanpa dasar apapun serang aja kastil ato kota besar. Claim it as your own land, not as your kingdom's. Bisa terjadi kontroversi, raja marah, lu di depak berikut dengan kota kita. Boom, new kingdom. Namakan sendiri lah kingdom lu. Tapi susahnya biasanya kita pasti langsung on war with our former kingdom. Itu dia, lu kudu-musti-harus kuat dan punya Companion. Companion? NPC tapi bisa kita rekrut as our army. Punya nama, kalo naik level, prosesnya sama kayak karakter kita. Nantinya kalo kita udah jadi king, mereka bisa kita utus as our Vassal, atau penasehat kerajaan. Tiap kompanion punya major ability masing-masing. Kalo jago perang jadi'in aja Vassal. Kalo jago trading dan politik jadiin aja your ministry. Keren kan?! Go search and Play! "Mount & Blade: Warband" Recommended.

Pengalihan Jam Petugas Kebersihan

Saat ini para petugas kebersihan jalan di Indonesia selalu bekerja pagi hari. Namun, itu sering mengganggu para pengguna jalan karena debu yang disebabkan kegiatan menyapu mereka. Di dibeberapa Negara para petugas kebersihan tidak bekerja d pagi hari sehingga pekerjaan mereka tidak akan mengganggu kegiatan para pengguna jalan.

Di negara-negara maju seperti Australia para petugas kebersihan bekerja pada malam hari. Memang apabila dilihat dari segi pekarjaan mereka (petugas kebersihan) yang dilakukan dipagi hari dan di malam hari tidaklah berbeda. Akan tetapi bla dilihat dari aspek keselamatan dan keamanan dari aktifitas arus lalu lintas, kegiatan pembersihan dimalam hari lebih menguntungkan disbanding dengan pagi hari, apalagi dari secara kesehatan, mereka akan terhindar dari triknya panas matahari, polusi yang dihasilkan oleh kendaraan dan juga dapat mengendalikan emosionalnya.

Untuk meniru sisitem kebersihan seperti negara-negara maju tersebut, dinas kenersihan tidaklah perlu untuk menambahkan anggaran dana. Sebab, yang berubah bukanlah subjek yang bekerja , tetapi hanya waktu pekerjaanya yang dirubah.

Sabtu, November 27, 2010

I Just Wanna' Live - Good Charlotte

INTRO:  Bb - Ab - F# - Ab (2x)  VERSE 1:          
 Bb    Ab           F# 
I need an alarm system in my house     
 Ab                   Bb       Ab 
So I know when people are creeping about                
 F#           Ab 
These people are freakin' me out
 Bb           Ab          F#           Ab 
It's getting hectic everywhere that I go                
 Bb         Ab They won't just leave me alone                    
 F#        Ab There's things they all wanna know
 Bb                     Ab 
I'm paranoid about the people I meet             
 F#
 Why are they talkin' to me?              
 Ab
 And why can't anyone see  CHORUS:             
 Bb        Ab      F#
 I just wanna live             
 Ab             Bb                    Ab    F#
 Don't really care about the things that they say             
 Ab              Bb             Ab     F# 
Don't really care about what happens to me
 Ab           Bb               Ab 
I just wanna live (Just wanna live            
 F#              Ab              Bb 
Just wanna live just wanna live just wanna live)           
 Bb                    Bb Eb C C# 
Just wanna live just wanna live  VERSE 2:       
 Bb   Ab                     F#              
I rock a lawsuit when I'm going to court        
 Ab                    Bb 
A white suit when I'm gettin' divorced        
 Ab                  F# 
A black suit at the funeral home                
 Ab 
And my birthday suit when I'm home alone
 Bb             Ab 
Talkin' on the phone               
 F#                 Ab 
Got an interview with the rolling stone                
 Bb                  Ab 
They're saying "Now you're rich and now you're famous    
 F#                 Ab 
And fake ass girls all know your names and
 Bb 
Lifestyles of the rich and famous    
 Ab 
Was your first hit aren't you ashamed?
 F# 
Of the life of the life
 Ab
Of the life we're livin'  
REPEAT CHORUS (at the end hit F four times instead of the whole "just wanna live" part)  
VERSE 3: (Same chords)  
Stop your messin' around boy 
Better think of your future 
Better make some good plans boy 
Said everyone of my teachers 
Lookout, you better play it safe 
You never know what hard times will come your way 
We say where we're coming from We've already seen 
The wealth that this life can bring 
Now we're expected everywhere that we go 
All the things that they say 
Yeah we already know  
REPEAT CHORUS  End on F